Friday, 14 September 2018

Nongkrong Asyik di Bali United Cafe, Stadion Kapten I Wayan Dipta


Masih inget cerita saya saat pertama kali datang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta untuk nonton bola, antara Bali United melawan Barito Putera dulu ?. Pasti diantara kalian pembaca setia blog, sudah pernah membacanya (berharap dibaca).

Beberapa kali datang ke stadion kebanggaan Bali United ini, saya selalu sendiri (miris amat). Meskipun datang sendirian, saya banyak bertemu teman baru yang datang nonton juga dengan nasib yang sama (nonton sendirian). Sampai sekarang kami masih say hello di medsos.

Baca juga :  Keseruan Nonton Bola di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Nah, untuk kali ini, saya datang gak sendirian. Saya ditemani sama si doi, Asyiik. Kebetulan dia ada kegiatan di Bali dan saya datang untuk jenguk. Maklum kangen ditinggal seminggu ke Bali (curhat bang??).

Kebetulan ada jadwal pertandingan Bali United melawan Persela Lamongan di Stadion Kapten I Wayan Dipta. So, kami berdua menyempatkan untuk nonton langsung ke stadion. Si doi sebenarnya gak suka nonton bola katanya ramai dan berdesakan. Tapi saya mencoba untuk merayu dan akhirnya dia mau juga. Alasannya, penasaran juga gimana sih nonton langsung di stadion.

Pertandingan dijadwalkan Hari Selasa, tanggal 11 September 2018 pukul 16.30 WITA yang lalu. Kebetulan hari libur, jadi bisa nonton langsung."Pertandingannya sore nih, sebelumnya kita kemana yank ?". Saya mengajak si doi jalan-jalan ke Bedugul. Nyari tempat yang adem-adem dulu. Cerita Bedugulnya di postingan selanjutnya yaak!!.





Kembali ke Laptop !

Habis explore alam Bedugul, kami berdua menuju ke stadion yang berada di Gianyar. Kurang lebih satu jam perjalanan dari Bedugul. Perjalanan cukup lancar dan gak terlalu ramai. Melewati jalan-jalan tikus biar cepat sampai, gak lama kemudian kami sudah sampai di pintu gerbang stadion. Ada yang berbeda dari stadion ini. Sekarang ada halaman parkir kendaraan baik roda dua dan empat yang sudah diaspal. Rapi banget dan gak berdebu.

Kerennya lagi, sekarang di Stadion Kapten I Wayan Dipta sudah dibuka sebuah cafe dan arena permainan anak-anak, mirip seperti Time Zone dan kawan-kawannya. Sudah seperti mini mall saja ini stadion. Fasilitas lengkap banget. Cuma satu yang belum saya temukan disini yaitu musholla untuk kita-kita yang muslim yang akan beribadah.

Berhubung tema tulisan ini nongkrong di cafe ala-ala Kids Jaman Now, saya akan ngebahas tentang sebuah cafe kece yang memanjakan para penonton dan fans Bali United pastinya. Sebut saja namanya, Bali United Cafe. Kapan dibukanya saya lupa, tapi yang jelas cafe ini baru saja dilaunching alias masih baru. Bau catnya saja masih tercium. Setelah si new blue (motor Nmax)  sudah aman nongkrong di parkiran. Kami berdua, langsung masuk ke dalam cafe kece ini. Letaknya menyatu dengan bangunan stadion. Lebih tepatnya berada di sisi sebelah barat stadion, disamping pintu masuk VIP selatan.

Membuka pintu masuk, kami sudah dimanjakan oleh desain ruangan yang kekinian. Minimalis dan sporty banget. Desain ruangan serba merah dan hitam, sesuai dengan warna dari jersey Bali United. Di bagian depan cafe, kita bisa memilih beberapa baju kaos serba Bali United. Habis memilih, jangan lupa dibayar yaak. Hehehe. Ada juga spot-spot foto yang instagrammable banget dah di depan pintu masuk.

Di dalam cafe ini juga terdapat beberapa permainan anak-anak. Jadi yang membawa anak kecil, jangan khawatir. Biar betah, ada beberapa permainan yang tersedia di bagian belakang cafe ini. Untuk kursi balita juga tersedia disini, so..gak bingung nyari tempat duduk untuk si kecil.






Suasana di dalam cafe sudah ramai oleh pengunjung yang memakai jersey kebanggaan Bali United. Kami  pun berdua mencari tempat duduk yang asyik buat nongkrong berdua. Disini tempat duduknya sangat beragam. Ada ruang smooking dan no smooking. Kerennya, kedua ruang tersebut memakai pendingin ruangan semua. Jadi bagi kita yang gak ahli hisap, masih bisa nyaman duduk sambil makan di ruang smooking tanpa terganggu dengan pengunjung lain yang ahli hisap.

Nah, uniknya lagi di Bali United Cafe ada sebuah tempat duduk yang sudah disiapkan bagi para pengunjung yang akan menonton pertandingan langsung. Sebuah meja panjang dengan desain miniatur lapangan sepakbola lengkap dengan kursi-kursi yang sudah ada nomornya. Ada juga tempat duduk seperti undakan yang terbuat dari kayu. Bagi pengunjung yang mau menonton dari dalam cafe, bisa membeli tiket yang sudah tersedia di Bali United Cafe. Kecenya, kita bisa menonton pertandingan lewat dinding kaca tebal. Gak perlu khawatir panas-panasan. Kita juga bisa menonton secara puas dari sini.

Awalnya saya gak tau kalau meja ini dikhususkan bagi pengunjung cafe yang akan menonton langsung dari dalam cafe. Kami berdua dengan santainya duduk manis menunggu pesanan. Kebetulan juga pertandingannya masih dua jam lagi. So, masih aman lah kencan sambil makan siang di meja khusus ini. 







Selain itu ada meja-meja kecil dengan empat kursi dimana di belakang kursi tertulis nama-nama pemain Bali United musim ini. Bagi yang pengen suasana tenang, bisa memilih tempat duduk di ruang no smooking. Meja dan kursi sofa empuk yang menggoda untuk berlama-lama duduk disini.

Bagi yang gak membeli tiket nonton di dalam cafe,masih bisa nonton gak tanpa membeli tiket ?. Jawabannya sangat bisa. Di dalam cafe sudah dipasangan LCD berukuran besar untuk kita yang gak membeli tiket pertandingan. Cukup makan minum sepuasnya, kita bisa nonton dari layar kaca.




Dua jam sebelum pertandingan, kami makan siang disini. Seorang pelayan cafe menghampiri kami dan menyodorkan selembar daftar menu. Liat-liat daftar menunya, disini makanan dan minumannya ala-ala cafe gitu. Ada main course serba Indomie, nasi goreng, rendang dan nasi ayam. Untuk lebih jelasnya, bisa diliat di daftar menu di atas.

Berhubung belum makan nasi dari pagi,  saya memesan Nasi Ayam Sambel Geprek. Sedangkan si doi pengen makan Nasi Ayam Sambal Matah. Sebenarnya sih pesen Nasi Goreng Tendangan Maut, tapi lagi kosong. Sabar dulu deh.

Untuk Nasi Ayam Sambel Gepreknya,  disini memakai ayam potong. Kebetulan yang dihidangkan bagian paha dengan ukuran besar. Ini ayam makan apa yaak ?, kok besar banget pahanya kalah-kalah pahanya Si Zohri pelari 100 meter,hehehe. Yang paling saya suka dari masakan ini yaitu sambel gepreknya. Campuran bumbu khas Bali banget, enak. Si doi juga suka sama sambelnya. Kalau dinilai dari satu sampai sepuluh, saya beri nilai sembilan. 

Beralih ke Nasi Ayam Sambel Matah, pesanan si doi. Ini masakan masing asing di telinga saya. Sambel matah itu kayak gimana yaak ?.  Ternyata pas datang, ternyata Sambel Matah itu sambel dengan campuran potongan bawang merah, telur orak arik dan bumbu lainnya. Apalagi dilengkapi dengan potongan ayam dan telur mata sapi. Si doi seneng sama masakan ini. Enak enak. Kalau diberi nilai satu sampai sepuluh, saya beri nilai delapan, sedangkan si doi beri nilai sembilan. Gak apa-apa, namanya pendapat kan?, hehehe. Untuk halalnya sendiri, dijamin halal secara cafe ini sudah bawa nama klub besar di Liga Indonesia.




Untuk minumannya, saya memesan Strauberry Milkshake dan si doi memesan Chocolate Milkshake. Panas-panas gene enaknya minum yang dingin-dingin memang. Kalau dikasi nilai satu sampai sepuluh, saya kasi nilai sembilan untuk minumannya. Seger banget, apalagi Chocolate Milkshakenya ada campuran almondnya. Jadi berasa gurih dan pengen minum dan minum lagi. Untuk hidangan penutupnya, saya memesan Pisang Bakar Cokelat Keju. Ini makanan yang sangat saya suka, serba pisang. Rasanya gurih dan gak buat enek. Untuk penilaian, saya beri nilai sepuluh kalau pisang mah,hehehe.

Soal harga menu disini sangat terjangkau sekali. Cafe ini memang sudah disiapkan untuk anak-anak muda yang nongkrong, nonton bareng Bali United dan seru-seruan. Semua kalangan bisa datang kesini, gak ada dibeda-bedakan pastinya.

Pelayanan di Bali United Cafe secara keseluruhan sangat memuaskan. Pesanan cepat, tepat sesuai dengan pesanan. Makanan dan minumannya yang kami pesan enak semua. Pengen rasanya cepat balik untuk mencoba menu-menu lainnya yang ada disini.

Habis makan siang, nongkrong bentar sambil ngobrol ngebahas tentang pertandingan nanti. Si doi penasaran sama atmosfer pertandingan nanti. Pertandingan satu jam lagi dimulai, kami berdua meninggalkan Bali United Cafe untuk membeli tiket di loket. Kenapa gak nonton di dalam cafe saja?, kan enak nonton sambil ngadem. Kami sudah berencana nonton di dalam stadion saja biar terasa seru dan hebohnya. Apalagi saya memang ingin memperkenalkan pertandingan sepakbola yang kece itu ke doi, hehehe. 



Kami memilih nonton di tribun timur (Gate 8). Harap-harap cemas penuh doa, semoga saja Bali United menang dalam lanjutan Liga 1 Gojek musim ini. Setelah tiket sudah di tangan, kami berdua memasuki dalam stadion. Pemeriksaan cukup ketat saat itu. Minuman botolan yang kami beli,dipindahkan isinya ke dalam plastik. Yang tadinya bayangin nonton bola sambil minum pakai botol, eh malah minum air dari plastik. Jadi inget jaman SD dulu (minum limun seratus perak), hahaha. 

Perasaan sedikit cemas liat si doi baru pertama kalinya nonton bola langsung ke stadion.  Tapi semua kecemasan itu hilang karena kami berdua menikmati pertandingan sampai selesai. Bali United menang 3-2 atas Persela Lamongan. Si doi pun ngajakin nonton lagi di lain waktu. Jadi ketagihan nih, Kece !.

Sedikit cerita yang dibumbuin curhatan saya tentang keseruan nonton bola sambil nongkrong di Bali United Cafe. Gimana, kalian penasaran?  Yuuk langsung saja datang ke Bali United Cafe. Buka setiap hari dari jam 11 pagi sampai 11 malam (tutup di hari-hari besar).


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

8 comments:

  1. hahahaha baca ini tuh sesuatu bgt kak 😅🤣

    ReplyDelete
  2. kayak ada bunga bunganya gtu mister 😅💕

    ReplyDelete
  3. Pas jaman aku ajin limun satak seket 🤣🤣🤣 btw kece bang cafe ne, boleh dicoba kaloq besok saya ke Bali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dtg aj pas ada jdwal pertandingan Bali United. Pasti ramai n seru banget hehehe

      Delete
  4. By the way, mas, ini tempat ada AC nya gak?

    ReplyDelete