Saturday, 8 September 2018

Berkunjung ke Desa Dara Kunci, Sambelia : Trauma Healing


"Crew Patrick mengguncang Sambelia", kalimat yang menarik untuk saya tulis di postingan ini. Bukan mengguncang seperti Si Gempa 7 SR dan kawan-kawannya yang membuat semua orang takut dan berduka ,tapi guncangan kali ini membuat kita semua happy dan lupa sama kesedihan yang dirasakan.

Sebelum melanjutkan cerita ini, kalian sudah tau kan Crew Patrick itu siapa ?. Bukan LSM atau komunitas besar yang sudah memiliki nama keren lhoo yaa. Crew Patrick merupakan kumpulan bocah-bocah yang hobinya suka jalan, makan dan nongkrong sambil ngopi di kedai-kedai kopi. Nah, saya termasuk di dalam bagian crew ini. Asal muasal terbentuknya crew ini panjang ceritanya.

Ketemunya pas jalan-jalan dulu, kenalan dan buat agenda trip tiap minggu dan sampe sekarang silaturahmi tetap berjalan. Berhubung kita dari lintas profesi yang berbeda-beda (hampir semuanya tenaga kesehatan), jadi kesibukan kerja yang membuat kita sulit ngumpul bareng. Itu dia profil dari crew ini. So, bagi kalian yang sudah mengikuti blog ini dari tiga tahun yang lalu, pasti gak asing denger nama Crew Patrick,hehehe.

Kembali lagi soal mengguncang Sambelia. So, gimana keseruan Crew Patrick mengguncang Sambelia.  Yuuk dibaca terus tulisan saya sampai selesai !.



Tanggal 2 September 2018

Berangkat di Hari Minggu pagi, gak membuat semangat kami kendor. Gak tanggung-tanggung kami berangkat jam enam pagi. Bisa dibilang jalannya sesudah melaksanakan Shalat Subuh. Berhubung perjalanan kami kali ini lebih jauh dari sebelumnya, segala kebutuhan sudah siap. Dari Logistik dari teman-teman donatur, kendaraan yang dipakai dan personelnya juga sudah siap semua.

Perjalanan kali ini ditempuh tiga sampai empat jam dari Kota Mataram menuju sebuah desa yang berada di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Desa ini bernama Desa Dara Kunci. Terletak di sebelah barat dari pusat kota kecamatan. Cuaca pagi itu cukup cerah. Kami berangkat menggunakan mobil, ada dua mobil lebih jelasnya. Perjalanan cukup lancar dan gak macet seperti perjalanan kami sebelumnya ke Lombok Utara beberapa hari yang lalu. 

Sambelia merupakan sebuah daerah kecamatan yang berada di ujung timur Pulau Lombok. Daerah ini sempat menjadi pusat gempa beberapa minggu yang lalu dengan berkekuatan 6,9 SR. Hampir seluruh daerah di Pulau Lombok merasakan guncangan hebat yang terjadi sekitar jam sebelas malam (jam tidur warga). Ini adalah gempa terbesar dan terlama terakhir yang kami rasakan di Pulau Lombok sampai saya menuli cerita ini. 




Seperti biasa, kami menuju Desa Dara Kunci, Sambelia untuk berbagi kebahagiaan bersama para korban Gempa Lombok disana. Gak banyak bantuan yang kami bawa. Hanya membawa bingkisan untuk para korban yang kami rasa sangat berarti buat mereka. Seperti pakaian layak pakai, pakaian anak bayi, buku tulis, perlengkapan mandi, makanan ringan dan terpenting kami membawa keceriaan dan semangat. 

Semangat hidup yang saya rasa harus kami berikan untuk mereka. Setelah sampai di lokasi, kami disambut dengan penuh suka cita. Melihat keceriaan anak-anak kecil yang lucu, para ibu-ibu yang tersenyum memandang kami dengan penuh harap, dan bapak-bapak yang gak mau kalah menyambut kami dengan sibuk membantu menurunkan beberapa logistik yang kami bawa.

Kami sudah berada di tengah-tengah pengungsian warga Desa Dara Kunci. Cuaca pagi menjelang siang sangat cerah, sinar matahari sudah menyengat di kulit. Tapi gak berlaku di posko pengungsian kami saat itu. Pepohonan di tengah pengungsian, membuat kami semua terlindungi dari teriknya sinar matahari. Beberapa remaja sibuk mempersiapkan tempat untuk kegiatan hari itu. Setelah tempat sudah disiapkan, kami mempersilahkan warga untuk mengambil tempat untuk ikut seneng dan ceria bareng dengan kami. 

Trauma Healing, lagi-lagi kami melakukan Trauma Healing. Dari informasinya, ini adalah trauma healing pertama kalinya yang diadakan di pengungsian mereka. Beruntung sekali buat kami bisa menghibur mereka sebentar. Di tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan apa itu trauma healing dan beberapa contoh cara kita memberikan trauma healing tersebut. Intinya trauma healing dalam bahasa sederhananya yaitu membuat orang yang lagi sedih, bisa kembali senang, tersenyum dan semangat hidup lagi. Apapun caranya, terpenting melakukannya dengan cara-cara positif. 





Trauma Healing yang pertama yaitu senam sehat, kemudian dilanjutkan dengan joget yang lagi heboh saat ini yaitu Joget Kewer-Kewer. Antusias warga sangat senang sama joget ini. Saya pun sangat senang dengan goyangannya karena musik dan gerakan demi gerakan bisa buat kita tertawa dan lupa dengan masalah yang ada. Cocok buat kesehatan jantung. Bagi yang punya riwayat asam urat, harus hati-hati karena joget ini sangat cepat gerakannya. 

Dari anak-anak, sampai orang tua gak mau kalah unjuk gigi dalam berjoget. Ada salah satu warga yang bernama Papuq Suriah (Nenek Suriah) yang ikut berjoget juga. Beliau sangat semangat sekali dalam berjoget. Keringat yang terlihat mengalir dari kulit beliau, membuat saya agak sedikit was-was. Semoga saja si nenek gak kenapa-kenapa. Maklum saja, umur beliau kurang lebih sudah menginjak kepala delapan. Sehat-sehat terus nek, doa kami buat nenek dan semuanya. Joget Kewer-Kewer mampu mengguncang Desa Dara Kunci dengan heboh dan kece, hehehe. 




Setelah dibuka dengan senam dan berjoget happy, trauma healing selanjutnya yaitu merenung sejenak. Dalam bahasa sederhananya seperti intropeksi diri. Si Eza dan Si Odi yang bertugas saat itu, mengajak kami semua untuk memejamkan mata dengan telapak tangan di taruh di atas dahi. Membayangkan semua hal yang sudah terjadi sebelumnya. Dari hal yang menyedihkan sampai hal-hal yang menyenangkan. 

Menanyakan di dalam hati, kesalahan apa saja yang pernah kita lakukan. Berdamai dengan hati dan membuang jauh-jauh kesedihan yang ada. Apabila sudah berdamai dengan hati kita sendiri, segala macam kesedihan dapat terobati dengan sendirinya. Percayalah musibah yang menimpa kita semua, pasti ada hikmah di balik semuanya. Gak ada yang sia-sia di dunia ini. Rencana Allah SWT paling indah daripada rencana manusia itu sendiri. 

Dengan diiringi alunan musik yang dapat menyentuh hati, gak sedikit ibu-ibu meneteskan air mata. Saya pun sempat dibuat terharu. Gempa yang mengguncang Pulau Lombok lebih dari seribu kali ini, membuat kita sadar begitu berharganya hidup ini. Menghargai alam dan berdamai dengan hati adalah solusi terbaik untuk kita menjadi tenang dan semangat hidup lagi. 

Setelah kegiatan trauma healing selesai, acara terakhir yaitu membagikan bingkisan untuk anak-anak dan para orang tua. Ada perlengkapan mandi, snack dan perlengkapan sekolah buat anak-anak. Mereka gak boleh berlama-lama di tenda pengungsian. Mereka harus bersekolah dan belajar. Untuk ibu-ibu yang memiliki anak bayi atau balita, kami sudah membawa pakaian bayi. Dan untuk seluruh warga, ada pakaian layak pakai dan logistik lainnya yang semoga semuanya bermanfaat. Amiin. 





Hari sudah semakin siang, kami pun pamit untuk kembali ke Kota Mataram. Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar. Gak sedikit para warga yang menyuruh kami berlama-lama di pengungsian mereka. Mereka semua sangat haus dengan hiburan. Kalau gak kita, siapa lagi yang akan menghibur mereka. 

Anak-anak kecil dan para orang tua, melambaikan tangan sambil berteriak "Terimakasih" ketika mobil kami mulai bergerak meninggalkan posko pengungsian. Ada perasaan senang melihat mereka tersenyum kembali. Semoga semangat hidup mereka gak pernah padam. Doa saya buat mereka, semoga selalu sehat dan bahagia. Amiin. 

Di sepanjang perjalanan pulang ke rumah, kami melihat ada pemandangan yang sangat kece. Kecenya itu ada rombongan kerbau yang lagi makan rumput yang mengering. Padang rumput dan perbukitan menguning. Gak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Kedua mobil pun berhenti di pinggir jalan. Kami keluar semua dari mobil untuk berfoto-foto. 

Indah banget padang rumputnya. Mirip seperti di Baluran, Banyuwangi sana. Apalagi ditambah dengan rombongan kerbau yang fotoan bareng kami, membuat hari itu sangat kece. Habis mentraumahealingkan para korban, kami pun trauma healing buat kami sendiri. Keindahan Pulau Lombok gak akan pernah berkurang meskipun gempa yang mengguncang pulau ini bertubi-tubi selama lebih dari sebulan.

Cepat sembuh Lombok, biar kita bisa mengexplore alammu yang kece ini lagi. #LombokBangkit

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

4 comments:

  1. Sayaa lewat sini bang mau turun ambil photo tapi nggak sempat 😴😴😴.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kece tuh klo bisa fotoan sama para kerbau :)

      Delete
  2. Replies
    1. Tetap semangat terus neng.. Hehehe.. Dtunggu gabung d Crew Patrick :)

      Delete