Saturday, 11 August 2018

Kolam Renang Alami : Air Terjun Tibu Tereng


Lagi bete, bingung mau kemana saat weekend ?. Renang saja mas/mbak broo. Mau renang di pantai, kolam renang hotel, di bawah air terjun juga bebas mau pilih dimana. 

Nah, ngebahas tentang renang nih. Saya punya informasi tempat berenang yang kece. Kolam renang alami yang berada di tengah-tengah Hutan Dusun Batu Kemaliq, Desa Bukittinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Beberapa minggu yang lalu saya bareng teman-teman ngetrip, pergi menjelajah alam Desa Bukittinggi. Disana ada beberapa air terjun yang wajib kalian explore. Khusus buat para pembaca setia blog saya, rekommended  buat mengisi liburan kalian. 

Sebenarnya cerita ini lanjutan dari perjalanan saya ke Air Terjun Tibu Kelambu yang lalu. Bagi kalian yang sudah membaca ceritanya, pasti sudah paham jalur menuju kesana. Yang belum, dibaca dulu ya biar gak bingung saat melanjutkan membaca cerita ini !

Bisa diklik disini --> Air Terjun Tibu Kelambu




Setelah puas basah-basahan di bawah Air Terjun Tibu Kelambu, kami kembali berjalan kaki menaiki tangga demi tangga yang tadi dilewati. Tadinya saat menuju air terjun, kami menuruni tangga yang cukup curam dan agak licin. Sekarang kami harus berjalan menaiki tangga demi tangga yang membuat nafas kami gak beraturan. Sudah lama gak menjelajah hutan belantara, jadi terasa nafas ngos-ngosan. Terasa jalan menanjaknya panjang sekali, hehehe

Setelah sampai di pertigaan, kami berbelok ke kanan menuju Air Terjun Tibu Tereng. Jalurnya menurun lagi, Asyiik gak capek nanjak-nanjak lagi. Jalur menuju air terjun kedua gak terlalu jauh dari parkiran kendaraan dibandingkan yang air terjun pertama. Setelah sampai di sungai yang dipenuhi bebatuan besar, kami beristirahat sejenak sambil mengeluarkan sangu makan siang. Kami makan siang dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke air terjun. 




Setelah makan siang, saya mencoba mencari lokasi Air Terjun Tibu Tereng. Kebetulan saya bertemu dengan rombongan anak muda yang berjalan dengan pakaian basah kuyup. Sedangkan teman-teman lainnya lagi sibuk dengan krucil-krucil yang ikut (anak-anaknya Mas Irfan dan Mbak Ika). Mas Junk juga sibuk dengan kamera dslrnya. 

"Broo, lewat mana ke Air Terjun Tibu Tereng ?"
"Lewat sini hep (panggilan akrab di Lombok)" 

Menuju Air Terjun Tibu Tereng gak sesulit jalur menuju ke Tibu Kelambu. Setelah menuruni tangga, kami hanya berjalan kaki menyusuri sungai melewati bebatuan besar yang gak licin. Kebetulan juga lagi musim kemarau, jadi debit airnya gak besar, jadi kami mudah melewati bebatuan hingga sampai di Air Terjun Tibu Tereng tanpa basah-basahan.






Akhirnya sampai juga kami di Air Terjun Tibu Tereng. Melihat penampakan air terjunnya, membuat saya gak sabar untuk berenang di kolam renang alaminya. Meskipun debit airnya sangat kecil, tapi gak membuat kolam alaminya berkurang kecenya. 

Kenapa dinamakan Air Terjun Tibu Tereng ?. Nah, saya mau menebak-nebak sendiri lagi, kenapa namanya Tibu Tereng. Ini sih mudah sekali jawabannya, karena air terjun ini dikelilingi oleh pohon bambu. So, Tibu itu air yang jatuh, sedangkan Tereng itu berasal dari bahasa Sasak yang artinya pohon bambu. Di sekitar air terjun atau kolam alami ini terdapat banyak sekali pohon-pohon bambu. Jadi jelaskan kenapa namanya Tibu Tereng,hehehe. 

Keunikan dari kolam renang ini yaitu bebatuannya yang gak terpisah-pisah. Aliran lahar yang sudah membeku ribuan tahun yang lalu, membentuk batuan besar dan sebuah lubang besar yang cukup dalam dan sampai sekarang menjadi kolam alami yang kece. 

Saya jadi penasaran, kalau musim hujan dan debit air sungai besar, seperti apa penampakan Air Terjun Tibu Tereng. Bisa jadi lebih kece dari foto-foto saya di atas. Next, pas musim hujan, saya akan datang kesini lagi dengan cerita yang beda dengan suasana yang beda pula. 

Gak terasa, hari sudah semakin sore. Betah juga nih berenang sambil berendam di kolam alami ini. Berenang sambil menghirup udara segar hutan belantara Desa Bukittinggi. Para krucil-krucil juga gak mau berhenti mandi. Airnya yang dingin, ditambah kolamnya yang aman dan udara yang sejuk, membuat kami enggan untuk beranjak pulang. 

Itu salah satu keindahan alam dari Pulau Lombok tercinta ini. Cepet sembuh Pulau Lombok ! Gak ada namanya gempa-gempa lagi dan gak ada lagi air mata kesedihan. Semoga Pulau Lombok yang kita cintai ini pulih dari kesedihannya. Amiiin

Cerita ini saya tulis dengan penuh kesedihan karena Pulau Lombok beberapa minggu ini diguncang gempa hebat. Meluluhlantakkan Gumi Sasak dan banyak sekali korban yang berjatuhan. Ceritanya saya akan tulis di postingan selanjutnya. Comming Soon !

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

6 comments:

  1. apa kabar air terjun ini ya sekarang....
    dan warga sekitar....
    yang terdampak gempa...

    ReplyDelete
  2. Semoga lombok ttp dengn segala keindahannya dn aman. 🙏

    ReplyDelete
  3. Coba ke sungainya bang itu lebih kecee lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bsok pas airnya deres...enaknya rafting hehehe

      Delete