Monday, 16 April 2018


Gak terasa Tour de Lombok Mandalika 2018 sudah selesai nih. Ajang balapan sepeda tahunan paling bergengsi ini diikuti oleh 18 tim dari 24 negara. Dan gak hanya itu saja, seluruh tim saling bersaing untuk memperebutkan hadiah sebesar 300 juta rupiah. Kereen kan ?.

Saya mulai mengikuti Tour de Lombok Mandalika dari tahun 2017. Eh..maksudnya gak jadi peserta, tapi jadi penonton saja. Jangan salah paham dulu ya,hehehe. Kalau gak salah Tour de Lombok Mandalika sudah diselenggarakan dua tahun terakhir ini. Nah, sekarang di tahun kedua. 

Persaingan antara pembalap semakin sengit saja. Khususnya Tour de Lombok Mandalika 2018, tim semakin banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Utamanya lagi, tim dari Indonesia pastinya gak mau ketinggalan ikut ajang balapan sepeda tahunan ini. Gimana keseruan ?, yuuk dibaca sampai selesai !

Tour de Lombok Mandalika 2018 diselenggarakan tanggal 13 sampai 15 April 2018. Terbagi menjadi tiga etape. Dimana Etape pertama menenpuh jarak 84,4 kilometer dengan route Kuta Mandalika menuju Kota Mataram. Route ini mengambil start dari Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah dan finish di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat di Jalan Pejanggik, Kota Mataram. Sayangnya saya gak dapat menyaksikan keseruan balapan di Etape pertama karena masih jam kerja. 






Gak buang kesempatan kedua kali, saya pun bela-belain datang untuk menyaksikan Etape keduanya yaitu di Desa Sembalun, Lombok Timur. Ya... Etape kedua startnya dari Kompleks Islamic Center Lombok (Masjid Hubbul Wathan), Kota Mataram dan finish di Desa Sembalun dengan menempuh jarak sekitar 172,4 kilometer. Etape kedua merupakan jarak tempuh terpanjang di Tour de Lombok Mandalika 2018. Kebetulan juga lagi libur, jadi saya bersama teman kerja berangkat menuju Desa Sembalun untuk menyaksikan keseruan para pembalap di detik-detik menuju garis finish. Seruan mana nonton di garis start atau finish ?, Kalau saya lebih suka di ujung-ujung alias finish,hehehe (jangan ngeres pikirannya).

Berangkat dari Kota Mataram sekitar jam tujuh pagi. Cuaca yang cukup bersahabat saat itu. Saya pun segera meninggalkan Kota Mataram menuju Desa Sembalun melalu jalur utama Kota Mataram - Lombok Timur. Setelah jemput teman kerja di rumahnya, kami berdua lansung tancap gas menuju Desa Sembalun. Jalur yang kami berdua lewati merupakan jalur yang nantinya akan digunakan pembalap saat Etape kedua dimulai. So.. kami berdua harus segera sampai di Desa Sembalun sebelum jalur ditutup untuk umum. 

Dari informasi yang saya dapatkan, balapan dimulai jam sembilan pagi dan akan memakan waktu lima setengah jam hingga sampai di garis finish "Desa Sembalun". Jadi masih ada waktu dua jam buat kami melewati jalur utama menuju Desa Sembalun. Perjalanan sangat lancar, kami berdua sampai di Desa Sembalun sekitar jam sepuluh pagi. Gak membuang waktu, kami berdua bersantai sejenak di sebuah warung nasi untuk mengisi perut yang sudah lapar sejak tadi. Setelah perut aman, kami berdua segera menuju penginapan seorang teman untuk menitipkan barang yang kami bawa. Sekaligus tempat bermalam kami selama di Desa Sembalun. Nanti saya akan tuliskan penginapannya di post selanjutnya. Sabar,hehehe. 




Sekitar jam setengah satu siang, kami menuju lokasi finish. Tepatnya di depan Kantor Camat Sembalun, Sembalun Lawang. Setelah melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba (shalat dzuhur) di salah satu masjid disana yang gak jauh dari lokasi finish, kami duduk-duduk santai bersama para penonton lainnya.

Dari informasi yang didapatkan, para pembalap akan sampai di garis finish sekitar jam dua siang. Wah, masih lama juga ya. Meskipun masih lama, saya gak akan melewatkan moment langka ini. Mengelurkan kamera kesayangan dari dalam tas dan segera beraksi,hehehe. Pemandangan Desa Sembalun gak perlu diragukan lagi. Dikelilingi oleh perbukitan dan di sebelah barat, kita bisa melihat Puncak Gunung Rinjani dengan megahnya. Kebetulan siang itu gak ada awan dan kabut, jadi Gunung Rinjani terlihat utuh tanpa ada yang menghalangi. 







Menunggu satu jam lebih jadi gak terasa karena udara Desa Sembalun yang sejuk dengan panorama alam desa yang sangat kece. Terik matahari di siang itu gak terasa dengan udara dingin khas dari Desa Sembalun. Untuk mengenal Desa Sembalun, saya sudah beberapa kali menulis tentang desa ini. So.. kalian yang penasaran dengan Desa Sembalun bisa kepoin blog saya dan cari di bagian destinasi dan event. Disana ada beberapa cerita saya tentang Desa Sembalun (lagi-lagi promosi ini anak).

Gak terasa sudah jam dua siang, tanda-tanda pembalap akan memasuki garis finish sudah terlihat. Beberapa tim official sudah bersiap-siap mengamankan jalannya balapan di lokasi finish. Beberapa kendaraan yang lalu-lalang sudah gak diperbolehkan lagi melintasi garis finish. Beberapa petugas dari kepolisian juga membagikan beberapa bendera negara-negara yang ikut dalam ajang ini kepada para penonton yang sudah bersiap-siap sejak tadi di pinggir pembatas lintasan. Dari anak kecil, hingga orang tua sangat antusias menyaksikan detik-detik para pembalap memasuki garis finish. Penonton saat itu sudah mulai ramai. Mereka gak ingin melewatkan moment-moment yang hanya bisa dilihat satu tahun sekali ini. 

Kamera pun sudah siap dari tadi. Jepret sana jepret sini, mengabadikan moment-moment yang ada. Terik matahari gak terasa di kulit saat saya berdiri di balik pembatas lintasan. Dengan semangat delapan enam, saya gak akan melewatkan memotret pembalap pertama yang terlebih dahulu sampai di garis finish. 

Suara sirine mobil polisi sudah terdengar dari kejauhan. Komentator gak henti-hentinya memberikan semangat kepada para pembalap dan penonton yang menjadi saksi keseruan Etape kedua Tour de Lombok Mandalika 2018 di Desa Sembalun ini. Bapak Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat " Lalu Muhammad Faozal" sudah berdiri di atas panggung sambil membawa bendera finish. Gak lama lagi pembalap pertama akan segera tiba di garis finish. 

Seru ? Ya..suasana saat itu sangat seru dan menegangkan. Meskipun gak mengenal secara dekat dengan pembalap, tapi saya tau bahwa mereka adalah pembalap sepeda dunia yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Perasaan bahagia saat itu muncul karena pembalap kita asal Indonesia bisa bersaing dengan pembalap-pembalap kece lainnya yang berasal dari negara lain. 








Dari kejauhan pembalap pertama sudah terlihat sendirian mengayuh sepeda. Gak ada pembalap lainnya yang mengikuti. Ini dia pembalap pertama yang memasuki garis finish. Kalau gak salah pembalap yang berada di posisi terdepan berasal dari Malaysia bernama Muhammad Zawawi Azman (dikoreksi bila keliru). Kemudian disusul oleh pembalap dari tim yang berbeda di posisi kedua "Alvaro Raul Duarte Sandoval" dan ketiga "Perez Munoz". Untuk pembalap Indonesia, masuk di sepuluh besar. Lumayan bisa membanggakan Indonesia (dikoreksi bila keliru). 

Waktu sudah menjelang sore, semua pembalap sudah sampai di garis finish. Etape kedua Tour de Lombok Mandalika 2018 yang melintasi Kota Mataram hingga Desa Sembalun berjalan dengan lancar dan sukses. Dari tim official hingga pihak terkait bekerjasama dengan maksimal demi suksesnya Etape kedua Tour de Lombok Mandalika 2018 ini. Para wartawan, netizen dan travel blogger seperti saya sangat puas dengan event ini. Kece !. Gak sabar menunggu Tour de Lombok Mandalika "Desa Sembalun" tahun depan. 

Rekommended buat kalian yang akan berencana ke Pulau Lombok di tahun depan menyaksikan Tour de Lombok Mandalika 2019 dari Desa Sembalun, Lombok Timur.

Untuk Etape ketiga yang menempuh jarak sekitar 170 kilometer dengan jalur Kota Mataram alias sirkuit tengah kota, hehehe. Dengan garis start dan finish di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram. Balapan akan melewati jalur Kota Mataram dan Kota Tua Ampenan sebanyak sepuluh putaran. Seru kan ?. Saat Etape ketiga dimulai keesokan harinya yaitu Hari Minggu pagi, kami berdua masih di Desa Sembalun untuk mengexplore destinasi lainnya yang ada disana. Next... Ditunggu cerita saya lainnya dari Desa Sembalun yang bakalan lebih kece dan buat kalian mupeng, hehehehe.


Panjang juga ya ternyata cerita saya tentang keseruan etape kedua Tour de Lombok Mandalika 2018. Semoga kalian pembaca setia lazwardyjournal.com ikut merasakan apa yang saya rasakan, Asyiikk... (mulai galau dah ini). Maksudnya ikut merasakan keseruan ajangnya balapan sepeda berkelas dunia yang diadakan sekali setahun ini.

Oke.. Sampai jumpa di cerita Tour de Lombok Mandalika 2019. Semoga kita masih diberikan kesehatan dan umur panjang. Amiiin.

Wonderful Indonesia. Salam Pesona Indonesia !!!

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

10 comments:

  1. luar biasa ya stamina nya, bisa balapan nanjak sembalun...
    motor biasa aja, kadang ada yang enggak kuat kalau boncengan, heuheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo boncengan sama gebetan ato pasangan sih kuat2 aj mas broo hehehe

      Delete
  2. Salam Pesona Indonesia .. Wonderful 😄 nggak bayangin gmna kuatnya mereka naik turun likuan jalan disana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jngn dibayangin, berat. Lebih baik dicoba biar tau rasanya hehehehe

      Delete
  3. Ya Allah indah sekali ciptaanMu. Alam yg luar biasa bagus untuk dinikmati. Jangan dirusak, ya.

    ReplyDelete
  4. saya aja baru tahu kalau balapan sepeda gini bisa nyampe 84km, itu kan kuar biasaa jauhhh ya mass, maklum saya ga pernah tau info2 begini, kalau dilihat kan pesertanya internasional, acara besar gini pasti keren dan seruu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kelas dunia pembalapnya mas. Kereen pokoknya :)

      Delete
  5. Waaahh emang bukit2nya Lombok menawan ya kak, aku liat fotonya jadi kangen sama Lombok

    ReplyDelete