Tuesday, 6 February 2018

Jalan Sore ke Eco Wisata Mangrove Lembar : Nonton Orang Pacaran


Masih ingat dengan tulisan saya tentang tempat ini ?. Oke.. Bagi kalian yang belum sempat membacanya saya kasi linknya, ini dia --> Klik Disini. Dibaca dulu ya, baru baca postingan ini biar nyambung ! hehehehe.

Sudah dua tahun lamanya tempat ini dibuka untuk umum. Dari awal kemunculannya di instagram, tempat ini sampai sekarang masih saja eksis. Karena lokasinya yang gak sulit ditempuh dan sangat dekat dengan pusat kota dan pelabuhan penyeberangan kapal ferry (Lembar). 

Beda dulu beda sekarang. Hutan Mangrove Lembar atau biasa disebut Eco Wisata Mangrove ini agak sedikit berubah dari segi penampilan. Dulu pas awal dibuka, hanya ada sebuah jembatan yang terbuat dari kayu sepanjang kurang lebih 100 meter menyusuri hutan mangrove. Untuk spot fotoan hanya terbatas saja. Bila ingin menyusuri hutan mangrove lebih jauh lagi, kita bisa menyewa sebuah perahu tanpa mesin alias didayung dengan harga sewa 7 ribu per orang. Perahunya pun kecil dan hanya muat dua orang saja. Itu dulu lhoo yaa.

Kalau sekarang, kita gak susah-susah menyewa perahu lagi untuk menyusuri hutan mangrove lebih jauh karena jembatan kayunya sudah diperpanjang ratusan meter lagi, saya kurang tau berapa meter panjangnya. Yang jelas, kita puas menyusuri hutan mangrovenya. Melihat foto-foto baru tentang Hutan Mangrove Lembar membuat saya penasaran ingin datang kesini dengan suasana yang baru. Gimana keseruannya, yuuk disimak yaa ! Ohya, ada model cantik juga nih yang saya ajak. Siapa dia ? Makanya dibaca sampai habis,hehehehe. 









Sabtu sore pulang dinas, cuaca cerah sekali. Kesempatan yang gak akan saya sia-siakan untuk mengexplore salah satu tempat kece di Lombok. Mau ketempat jauh takut gak keburu nantinya. Pikir sana pikir sini, saya baru ingat beberapa hari yang lalu saya melihat sebuah foto kece di salah satu akun instagram wisata Lombok. 

Kenapa gak ke Hutan Mangrove Lembar saja. Perlu diexplore nih, kebetulan juga jarak tempuh dari rumah gak jauh-jauh amat. Hanya setengah jam paling lama, kita sudah sampai di lokasi menggunakan motor kesayangan. Acara ngetripnya bisa dibilang dadakan sih. Boring juga sudah lama gak ngetrip. Kaki dan tangan terasa kaku gak pernah jalan jauh-jauh,hehehe alesan. 

Kali ini saya ditemani oleh cewek cantik dan seksi bernama Rina. Ini adalah pertama kalinya saya ajak dia hunting-hunting foto. Berhubung dia sangat senang difoto, jadi gak susah ngerayu dia buat diajak jalan. 

Rina : "Kita mau kemana sih kak ?"
Saya : "Adadeh, jangan penasaran nanti Rina gak kuat, biar kakak saja"
Rina : "Awas lhoo ajakin Rina ketempat yang enggak-enggak"
Saya : "Adeeehhh, gak kok. Lagian kakak mah gak berani ke tempat sereem,hehehe"
Rina : "Yadeh, Rina ngikut aja" (sambil senyum manisnya ala-ala Milea)

Cuaca masih cerah dan saya ramal hujannya turun di malam hari. Gak lama di perjalanan, kami berdua sudah tiba di lokasi parkir kendaraan kawasan Eco Wisata Mangrove. Suasana di lokasi gak seramai yang saya bayangkan sebelumnya. Asyiik nih gak banyak pengunjung. Jadi kita bisa explore hutan mangrove dengan maksimal.

Setelah kendaraan terparkir dengan aman, kami berdua langsung menuju jembatan kayu yang baru. Banyak sekali perubahan yang saya lihat. Di sebelah timur jembatan kayu, ada lokasi permainan anak-anak dan sekaligus spot fotoan Kids Jaman Now. Selain itu ada sebuah menara yang cukup tinggi terbuat dari bambu-bambu. Bentuk menaranya juga keren. Sudah dilihat, gak lengkap rasanya kalau gak menaiki menaranya sampai puncak. 

Kami berdua langsung menaiki satu demi satu tangga yang terbuat dari bambu. Serem juga ternyata, tapi apa boleh buat, sudah nanggung soalnya. Akhirnya dengan penuh perjuangan, kami berdua sudah berada di puncak menara. Dari sini kita bisa melihat keindahan hutan mangrove yang sangat luas. Menurut informasi ini menara hanya bisa dinaiki oleh tujuh sampai delapan orang saja. Jadi hanya terbatas lhoo ya. Bagi yang takut dengan ketinggian, saya sarankan dicoba biar rasa takutnya hilang. Gak nyesel deh kalau sudah berada di puncak menara. Dibuktikan sendiri. 














Setelah menikmati keindahan hutan mangrove dari atas menara bambu, kami berdua menyusuri jembatan kayu hutan mangrove sampai ke ujung. Sangat berbeda dari pertama kali saya datang kesini. Kali ini jembatannya sukses membuat saya capek berjalan karena panjangnya. Tipsnya, jalannya jangan terburu-buru. Santai saja sambil menikmati hutan mangrove. Apalagi ditemani dengan cewek cantik dan imut, rasa capek itu terbayarkan,hehehe #ModusDilan.

Banyak sekali pemandangan yang kami lihat. Ada sebuah perahu bermesin sederhana membawa berbutir-butir buah kelapa muda. Buah-buah kelapa ini akan dijual ke pedagang-pedagang yang ada di lokasi wisata hutan mangrove. Ada juga perahu yang membawa penumpang menyusuri sungai di sepanjang hutan mangrove. Bentuk jembatan kayunya unik. Dari sebelah timur, ada sebuah jembatan yang menghubungkan ke jembatan kayu yang ada di sebelah barat. Jadi kami gak susah untuk berenang ke seberang menuju jembatan kayu di sebelah barat. 

Meskipun jembatannya gak sepanjang seperti di Hutan Mangrove Denpasar, saya berharap kedepannya jembatan kayu ini bisa diperpanjang lagi sepanjang hutan mangrove ini. Kita tunggu saja, hehehe. 






Waktu semakin sore dan para pengunjung sudah mulai ramai berdatangan. Ada satu hal yang membuat saya merasa geli lihatnya. Sebuah pemandangan yang bisa dibilang wajar tapi menggelikan. Saya melihat banyak sekali pasangan Kids Jaman Now yang pacaran di lokasi hutan mangrove ini.

Mereka duduk berduaan di setiap berugak atau gazebo yang disediakan di sepanjang jembatan kayu. Ada yang berpelukan, ngobrol santai dan ada yang selfiean berdua. Anak muda jaman sekarang, tingkah lakunya aneh-aneh. Sah-sah saja sih pacaran di tempat terbuka seperti ini, tapi harus ingat batasan-batasannya yaak. Jangan sampai kepergok sama Sat Pol PP saja, hehehehe. Jaga sopan-santun saat pacaran di tempat umum seperti ini. 

Untung saja ada Si Rina, jadi gak ngenes-ngenes amat liat orang pacaran disini,hehehe. Jepret sana jepret sini, apalagi jepretin si eneng Rina. Adem liatnya, seadem Dilan mandangin Milea. Spot-spot foto disini bagus-bagus semua. Cocok sekali buat prewed bareng calon pasangan seumur hidup nih. Gak ramai juga kalau sore datang kesini. Mungkin beda kalau hari libur atau Minggu, gak kebayang seramai apa pengunjung yang datang. 

Untuk fasilitas yang lainnya, ada warung-warung yang menjual berbagai macam jenis makanan dan minuman. Ada juga mini cafe tempat kita untuk duduk santai menikmati angin sepoi-sepoi di hutan mangrove ini. Rekommended banget buat yang lagi nyari foto kece bareng pasangan atau modelnya. Cocok juga buat yang  mau menghabiskan waktu berdua bareng pasangan. Kencan di alam terbuka itu asyik dan kece, hehehehe.

Hari sudah mulai gelap, saatnya kami kembali ke rumah. Langit juga sudah mulai gelap pertanda hujan akan turun. Oke.. itu dia cerita hangout saya bareng Si Rina ke Eco Wisata Mangrove Lembar. So.. sudah ketebak gak Si Rina ini siapa ?

Si Rina ini adalah adek sepupu saya yang tinggal di Tanjung Luar, Lombok Timur. Keluarga dari papa yang hampir semuanya orang Bajo alias Suku Bajo, Sulawesi. Dia beberapa hari ini nginap di rumah karena jagain nenek yang lagi sakit. Weelll... berhubung dia pengen diajak jalan-jalan, jadi saya ajak dia ke hutan mangrove buat foto-foto. Jadi sudah tau kan Si Rina itu siapa,hehehehe. 

Catatan :
- Tiket Masuk Free
- Tiket parkir motor 2 ribu per motor / mobil 5 ribu - 10 ribu
- Naik menara dan fotoan di wahana lainnya 3,5 ribu per orang
- Sewa Perahu 40 ribu per perahu

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

10 comments:

  1. Mangrovenya keren, semoga tempat2 wisata berbasis alam semakin marak. Soalnya dg menjadikannya sbg wisata mereka akan lestari.

    ReplyDelete
  2. Tulisannya panjaaaaangg, sepanjang jembatan kayunya ^^

    Sip sip sip, target jeng2 ma anak2 dah ini.
    Semoga ada tempat aman untuk main air juga ya.

    Salam siang ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.. Sepanjang jalan kenangan. Siip,yg penting slalu dlm pengawasan ortu :)

      Delete
  3. huaaa aku belum pernah naik tower bambu nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo ksana lg dcoba mas broo.. Nikmatin sensasi naiknya hehehe

      Delete
  4. Wisata mangrovenya eksostis banget ya kakak,cuman itu jembatan kayunya lumayan kuat dimakan waktu? Terlepas dari itu smua all out keren dah

    ReplyDelete
  5. tadi pas liat gambar pertama Ane mo nanya, "itu fotonya pake drone ya?" eh ternyata setelah ane baca dan amati temennya.. eh sory maksudnya artikelnya ternyata fotonya pas naik keatas itu yak. ahahaha keereeen!
    postingan yang bermanfaat banget buat Ane

    salam blogger dan salam HOKI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gebetan ane tuh hehehe... Salam blogger jg mas broo :)

      Delete