Thursday, 25 January 2018


Ada yang suka minum Es Cendol ?

Hampir semua kalau ditanya pernah atau suka minum Es Cendol, pasti jawabannya suka. Kayak saya yang suka banget menikmati jenis minuman ini. "Kalau loe mah semuanya suka Dik, dieet wooi dieet", hahahaha. 

Es Cendol itu apaan sih ?. Khusus Buat Kids Jaman Now, Es Cendol ini merupakan salah satu jenis minuman tradisional yang paling digemari sepanjang masa. Gak anak-anak, orang dewasa, bahkan orang tua pun pada umumnya suka sekali meminumnya. Keberadaannya juga gak sulit dicari. Banyak sekali kita jumpai di pasar tradisional, acara festival kuliner, acara pasar rakyat, atau di swalayan (sudah dikemas), bahkan kita bisa membuatnya di rumah. 

Selain keberadaanya gak sulit dicari, harganya pun sangat terjangkau. Semua kalangan bisa menikmati segelas Es Cendol yang sangat seger di tenggorokan ini. Maknyuus





Nah kali ini saya ingin berbagi cerita nih dengan kalian semua, pembaca setia blog saya yang gak bosen-bosennya dengerin saya curhat yang gak jelas,hehehe. 

Melanjutkan tentang Si Cendol nih !.

Beberapa minggu yang lalu tepatnya di Hari Jumat, saya berkesempatan untuk melaksanakan Shalat Jumat di salah satu masjid termegah di Indonesia, tepatnya di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center Lombok. Berlokasi di pusat Kota Mataram, menjadikan masjid ini sebagai wisata religi kebanggaan Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok.

Sehabis Shalat Jumat, saya menyempatkan berkeliling bangunan masjid ini. Sekalian mencari tempat untuk bersantai-santai sejenak sambil menikmati pemandangan kemegahan bangunan Masjid Hubbul Wathan. Kebetulan juga cuaca agak sedikit cerah meskipun akhir-akhir ini sepanjang hari hujan terus-menerus turun.

Saat saya berada di salah satu sudut masjid, ada sesuatu yang menarik perhatian saya. Ada sejumlah pedagang Es Cendol Jaman Laeq (Jaman Doeloe) yang membuka lapak. Btw, bukannya pedangangnya yang jaman dulu lhoo ya, tapi nama Es Cendolnya. Kalau pedangannya sih Emak-Emak Jaman Now, hehehehe. 

Saya pun menuju salah satu emak-emak si pedagang Es Cendol. Kalau gak salah namanya Inaq Imah (Ibu Imah). Liat situasi, saya pun duduk di sebelah si ibu. Selanjutnya saya pun memesan segelas Es Cendol. Mengingatkan saya saat masih kecil sepulang sekolah, nongkrong di depan sekolah sambil minum Es Cendol bareng temen-temen. Kenikmatan sederhana yang paling berkesan. Lanjut !!!.









Cukup lama mengantri, akhirnya segelas Es Cendol Jaman Laeq pesanan saya pun datang. Es Cendolnya enak banget. Segelas Es Cendol dipatok seharga 5 ribu rupiah. Sangat sangat dan sangat murah sekali kan. Sambil menikmati Es Cendol, saya pun penasaran ingin bertanya beberapa hal tentang Es Cendol ini. 

Saya bertanya ke Inaq Imah apa saja bahan-bahan membuat Es Cendol. Inaq Imah yang sangat ramah sekali kepada si pembeli termasuk saya sendiri. Senyuman, keramahan dan gak pelit ilmu. Satu per satu Inaq Imah menjawab beberapa pertanyaan dari saya.

Beberapa bahan dalam membuat Es Cendol ini antara lain, tepung beras yang diolah dan diberikan pewarna hijau (pewarna makanan atau daun pandan), kemudian dicetak dengan saringan khusus sehingga berbentuk buliran. Bahan lainnya ada air gula merah dan santan. Ada juga bahan-bahan tambahan seperti ketan hitam, ubi kanji dan mata ikan. Gak lupa dikasi potongan es batu agar lebih segar. Semuanya dipadukan dalam satu gelas yang kemudian diberi nama Es Cendol. 

Es Cendol sendiri awalnya berasal dari tanah Pasundan atau Sunda. Dengan perkembangan jaman, minuman sehat tanpa bahan pengawet ini menyebar keberadaanya di berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki Es Cendol dengan nama yang berbeda-beda. Salah satu yang terkenal yaitu Es Dawet Ayu dari Jawa Tengah. Kemudian berkembang ke berbagai macam daerah dan sebutan yang paling sering kita dengar saat  ini yaitu Es Cendol.

Kembali lagi ke Inaq Imah !. 

Dari informasi yang saya dapatkan, ternyata mereka berasal dari satu kampung yang sama, sebut saja Kampung Dasan Agung. Letak kampung bersebelahan dengan lokasi Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center. Awal mereka berjualan gak di lokasi yang sekarang ini (barat teras masjid), tetapi di bagian depan atau bagian timur teras masjid. Alasannya karena agar tertib dan gak malu-maluin ketika wisatawan dari berbagai daerah mengunjungi Islamic Center Lombok.

Kalau boleh saran nih buat para pengelola masjid, agar mereka yang berjualan seperti ini dibuatkan semacam lapak resmi sehingga terlihat rapi dan nyaman. Bagi kita juga para penikmat Es Cendol merasa gak risih dengan keberadaan mereka seperti sekarang. So.. harus dibuatkan tempat yang layak sekaligus tempat tongkrongan buat Kids Jaman Now. Para wisatawan baik domestik maupun mancanegara bisa juga menerima keberadaan mereka dan menikmati Es Cendol Jaman Laeq khas Pulau Lombok ini.

Gimana, kalian pengen coba ? Berhubung sekarang Hari Jumat, jangan lupa sehabis Shalat Jumat, kalian bisa mencari pedagang Es Cendol Jaman Laeq di sisi sebelah barat teras Masjid Hubbul Wathan. 

Selamat Mencoba ! hehehe

Catatan :
- Lapak berada di sisi sebelah barat teras Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center Lombok
- Harga segelas es cendol 5 ribu rupiah
- Buka setiap hari di jam-jam shalat, Khusus di Hari Jumat buka dari sebelum dan sesudah Shalat Jumat.
- Buanglah Sampah Pada Tempatnya !!!

Penulis : Lazwardy Perdana Putra
google.com

6 comments:

  1. Seger nih siang siang seruput es cendol..
    Oia bener banget tuh harus segera diatur dan dirapikan pedagang nya, klo enggak nanti makin lama makin banyak..
    disediakan tempat khusus lah yang layak dan nyaman pastinya

    ReplyDelete
  2. Waduwww, liat postingan cendol jam segini jadi pengen cepetan jam 12. Mau keluar beli cendol, hehe.

    ReplyDelete
  3. Pulang jumatan mampir dulu buat beli es cendol. Btw lagi nulis tentang Islamic Center juga ini hahah

    ReplyDelete