Sunday, 3 September 2017

Cerita di Museum Angkut : Kota Batu, Malang


Saya : "Yuuk kita ke Museum Angkot !, 
Si Doi : "Museum Angkut yank bukan Museum Angkot, gimana sih orang satu ini "
Saya : "Hehehehehe, Iya iya Museum Angkut ", hanya bisa cengengesan 

Menggunakan motor Vario milik si doi, kita berdua menuju ke sebuah museum yang kata orang wajib datang kesini bila berlibur ke Malang. Bener gak sih ? May be Yes May be No. Cerita terakhir di Kota Batu saat itu yaitu mengunjungi sebuah museum yang menjadi tujuan utama saya ngetrip ke Kota Batu, Malang bareng si doi. 

Kenapa saya memilih museum ? Karena saya adalah salah satu orang yang gak terlalu tertarik dengan namanya museum. Dipikiran saya museum itu tempat yang sepi dan mistis hehehe ( hanya pendapat saya saja lhoo yaa ). Nah.. Kebetulan ada rencana buat ngetrip ke Malang, saya mengatur agenda trip jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan. Salah satu destinasi yang saya ingin datangi yaitu Museum Angkot, eeehh Museum Angkut maksudnya. 

Berhubung gak terlalu tertarik dengan museum, tapi saya penasaran dengan Museum Angkut ini ( pengucapan sudah bener, hehehehe ). Museum Angkut beda dengan museum-museum yang pernah saya datangi saat ada tugas pelajaran Bahasa Indonesia dan Sejarah saat sekolah dulu. Jujur, terakhir saya datang ke museum yaitu kelas 3 SMA, sudah lama sekali ternyata.

Welcome to Museum Angkut !!!






Museum Angkut terletak di Kota Batu, Malang tepatnya di Jalan Terusan Sultan Agung no. 2, Kota Batu. Didirikan oleh Jawa Timur Park Group yang gak lain pemilik Jatim Park 1 dan Jatim Park 2. Museum ini dibangun di atas lahan seluas 3,8 hektar dan diresmikan pada tanggal 9 Maret 2014. Wooowww... Berarti ini adalah tahun ketiga museum ini dibuka dan kami berdua sangat beruntung bisa datang kesini disaat museum ini sedang ngehits di Indonesia bahkan dunia. Kece...!!!

Berhubung sampai di Kota Batu jam sembilan pagi dan museum ini belum buka ( menurut informasi si doi ), jadi kami berdua menghabiskan waktu ke tempat lain dulu ( baca : Omah Kayu & Taman Labirin Coban Rondo ). Museum Angkut dibuka mulai jam dua belas siang sampai jam delapan malam waktu setempat. Untuk loketnya sendiri sudah buka mulai jam sebelas pagi sampai tujuh malam. 

Sekitar jam satu siang, kami berdua sudah memasuki kawasan Museum Angkut. Membeli tiket parkir kendaraan setelah itu memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan. Syukurnya si doi masih semangat untuk menjelajah museum yang lagi ngehits ini. Kita buktikan apakah museum ini sekece foto-fotonya yang saya liat di Instagram atau gak sama sekali. Cekidoootttt.... !!!

Sebelum memasuki pintu masuk Museum Angkut, kami berdua melewati Pasar Apung Nusantara yang terletak sebelum pintu masuk Museum Angkut. Pasar Apungnya kece ternyata. Kita gak perlu membayar tiket masuk ke pasar apung, tinggal mengelilingi sambil melihat-lihat berbagai macam souvenir dan jajanan khas Kota Batu dan kota-kota lain yang ada di Indonesia. Disini juga terdapat beberapa perahu yang siap mengantar para pengunjung yang ingin mengelilingi pasar apung dengan biaya 10 ribu per orang. Gak banyak yang saya bisa ceritakan tentang Pasar Apung Nusantara karena saat itu fokus ke Museum Angkutnya ( lain kali ya kalo berkunjung ke Batu lagi pasti diceritain ).

Si Doi : " Yank, rame sekali ternyata ya "
Saya  : " Ya yank, soalnya weekend kan sekarang, Hari Sabtu "

Saya bareng si doi berjalan menuju loket tiket masuk ke dalam museum. Ternyata tiketnya lumayan merogoh kocek. Saya tambah penasaran, kok bisa harga tiketnya lumayan yaaa ?. Informasi yang tertera di kaca loket, untuk di hari biasa ( Senin - Kamis ) harga tiket sebesar 70 ribu per orang, sedangkan untuk hari libur / tanggal merah ( Sabtu - Minggu / Hari Besar ) harga tiket sebesar 100 ribu per orang. Berhubung kami berdua datangnya Hari Sabtu, jadi kenanya yang 100 ribu. Untuk informasi lebih jelasnya, saya tuliskan di akhir cerita ini. Terus disimak sampai akhir cerita yaa !!! 







Setelah membeli tiket untuk dua orang, kami segera masuk ke dalam museum dengan berbagai macam pemeriksaan terlebih dahulu apa saja barang yang kita bawa masuk ke dalam museum. Untuk kamera dslr dan sejenisnya dikenakan biaya 30 ribu per item bila dibawa masuk ke dalam Museum Angkut. Pikir saya sebelumnya, tiket masuk itu sudah sama biaya lain-lainnya, ternyata beda yaaa. Gak apa-apalah demi mencari foto-foto kece, rela kok hehehe. 

Saatnya berkeliling di dalam museum mas broo. Area pertama yang kami kunjungi yaitu sebuah ruang mirip galeri mobil gitu. Disini terdapat berbagai macam jenis kendaraan dari sepeda, sepeda motor,dan mobil dari zaman ke zaman. Sampai mobil balap Allard J2X  berwarna merah pun dari tahun 1991 ada terpajang disini. Selain itu ada beberapa kendaraan seperi sepeda motor vespa Zundaap Bella R240 keluaran tahun 1958 buatan Italia dan mobil sedan antik Lincoln Mark IV keluaran tahun 1973 ada terpajang disini. Dan masih banyak lagi kendaraan dari zaman dulu sampai sekarang yang terpajang di area pertama dari museum ini. Keren kan ?, Kesan pertama saya masuk disini kece sekali museum ini. 




Beranjak lebih ke dalam lagi, kami menemukan beberapa kendaraan yang dipakai di berbagai macam negara. Dari kendaraan tradisional sampai kendaraan bermesin ada disini lengkap. Ini namanya "Sambil Menyelam Minum Air", sambil jalan-jalan, foto-foto, kami juga dapat belajar banyak tentang dunia angkutan yang tersebar di seluruh dunia.

Suasana disiang itu sangat ramai sekali. Saking ramainya, kami berdua ngantri untuk mengambil foto. Untung saja saya membawa kamera andalan yaitu Xiaomi Yi, jadi untuk mengambil foto full view satu ruang bisa. 




Museum Angkut ini memiliki beberapa ruang, antara lain ruang indoor dan outdoor. Untuk outdoornya yang terletak di lantai paling atas dan beberapa bagian lainnya, kami berdua sudah berada di salah satu ruang terbuka yang mirip seperti bandara lengkap dengan helipetnya. Ini memang dibuat seperti helipet beneran. Dimana disini terdapat berbagai macam jenis angkutan udara, seperti helikopter, pesawat tempur sampai pesawat penumpang dari tahun ke tahun ada disini. Yang terbaru yaitu replika pesawat Presiden Indonesia yang berwarna biru merah putih.

Di area ini sudah dipadati pengunjung yang akan menonton beberapa pertunjukkan yang sudah terjadwal dari Museum Angkut. Ada satu pertunjukkan yang bisa kami berdua tonton yaitu Spiderman Show. Waaah, kebetulan tokoh Marvel favorit saya nih. Jadi demen banget, apalagi sebelum shownya dimulai ada beberapa penari cantik ngedance. Ini murni nemenin si doi yang pengen nonton dancenya lhoo yaa, bukan ada modus yang macem-macem hehehe... 





Pertunjukkan yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai. Spiderman Show kali ini menceritakan tentang sekelompok penjahat yang menyandera seseorang wanita. Spiderman datang dan membebaskan wanita tersebut dari para penjahat. Lebih kurangnya begitu ceritanya yang saya tangkap. Si doi keliatannya suka dengan show ini. Apa sih yang gak buat kamu yank.. #ApaanSihLoeDik.

Setelah acara show selesai, kami berdua melanjutkan ke area selanjutnya yang pastinya lebih seru dan kece. Pemikiran saya sebelumnya tentang museum ini berubah total. Dari yang tadinya mengganggap biasa saja, tapi setelah masuk dan melihat-lihat isi museum, ternyata Museum Angkut ini sangat kece. Saya salut dengan yang memiliki ide sekeren ini. Gak nyangka ada museum seperti ini yang memiliki hampir seluruh jenis angkutan yang ada di Indonesia bahkan dunia dari zaman ke zaman. 

Masih mau lanjut sama ceritanya ?, Yuuk dibaca sampai tulisan saya ini selesai. 






Setelah menonton Spiderman Show di area angkutan udara, kami berdua sudah berada di sebuah kompleks Kampung China tempo doeloe ( dulu ). Awalnya gak percaya, ternyata selain menampilkan beberapa jenis angkutan yang di pajang, di Museum Angkut kita diajak keliling dunia. Kami berdua sudah berada di sebuah jalan yang sudah sangat gak asing lagi yaitu di jalanan kompleks Kampung China. Penataannya persis seperti komplek China yang asli. Dari segi bangunan bergaya China Klasik serta beberapa kendaraan khas China yang terparkir. 

Dari angkutan tradisional sampai modern dari tahun ke tahun lengkap ada disini. Pikiran saya, darimana mereka mendapatkan jenis angkutan selengkap ini, apalagi jenis angkutan dari saya bahkan papa saya belum lahir pun ada disini. Hehehe.. Hanya pemikiran saya saja. 



Okeh.. Setelah melewati komplek Kampung China, kami berdua sudah berada di kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa tempo doeloe ( dulu ). Disini jenis kendaraannya lebih gokil lagi. Mobil pick up dari zaman penjajahan ada terpajang disini. Selain itu, kami diajak keliling Asia, Eropa, Las Vegas, California dan lainnya. Semuanya tertata seperti aslinya dan lengkap. Ini baru namanya Museum Angkut favorit saya. Hampir dua jam kami mengelilingi museum ini dan lumayan buat kaki pegel karena besarnya ini Museum Angkut. 

Museum Angkut yang merupakan museum angkut terbesar di Asia ini menjadikan destinasi terakhir kami saat jalan-jalan ke Kota Batu beberapa minggu yang lalu. Ingin rasanya kembali lagi ke Kota Batu untuk mengunjungi beberapa tempat yang belum sempet saya bareng si doi datangi seperti Batu Secret Zoo, Jatim Park 1 dan 2, BNS ( Batu Night Spectakuler ) dan masih ada beberapa destinasi kece lainnya. I Love You Batu. 

Gimana, Kece bukan Museum Angkut ?. Bagi yang ada rencana ke Malang, wajib hukumnya datang kesini. Oke... Ditunggu cerita saya selanjutnya minggu depan. Apa itu ? Masih rahasia hehehe... 

Catatan :

- Jam buka Museum Angkut 12.00 PM - 08.00 PM
- Jam buka loket Museum Angkut 11.00 AM - 07.00 PM
- Tiket di Hari Biasa ( Senin - Kamis ) : Rp. 70.000,- per orang
- Tiket di Hari Libur, Hari Besar ( Sabtu - Minggu ) : Rp.100.000,- per orang
- Tiket Sakti di Hari Biasa : Rp. 375.000,- per orang ( berlaku untuk 2 hari )
- Tiket Sakti di Hari Libur dan Hari Besar : Rp. 375.000,- per orang ( berlaku untuk 2 hari )
- Tiket Super Sakti di Hari Biasa dan Hari Libur : Rp. 450.000,- ( berlaku untuk 3 hari )
- Tiket Sakti dan Super Sakti berlaku untuk 8 tempat wisata : Jatim Park 1 dan 2, Eco Green Park, Museum Angkut, BNS, Museum Tubuh, Predator Fun Park, Batu Secret Zoo dan Museum Satwa.


Penulis : Lazwardy Perdana Putra
google.com

10 comments:

  1. Tempatnya bagus untuk berakhir pekan. Terlebih bersama-sama keluarga

    ReplyDelete
  2. Wow, bagusan ambil tiket sakti atau super sakti ya kak, biar puas main ke tempat wisata buatannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skalian ambil paket super sakti saja mbak.. hehehe Thanks sudah mampir :)

      Delete
  3. Asik yah ke tempat ini. BIsa naik perahu warna warni gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba aj mas klo dtg k Malang. Jngn lupa k Museum Angkut :)

      Delete
  4. sama, dlu ksini juga pas weekend.... rame abissss.. susah dapet foto kece...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget... spertinya tiap hari skrg ramai.. Malang sudah menjadi tujuan utama wisata selain Yogya n Bandung :)

      Delete
  5. Rekomendasi wisata kuliner yang unik di kota Batu Malang :
    • Steak & Sate Kelinci
    • Jagung & Pisang Bakar
    • Aneka sambal & masakan tradisional khas Jawa lainnya.
    Rasanya extra kuat, tapi harganya relatif murah.
    Suasananya santai & romantis, cocok untuk nongkrong atau sekedar refreshing bersama keluarga. Berlokasi tepat

    diantara Jatim Park & Museum Angkut.

    Warung Khas Batu
    Jalan Sultan Agung 29, Batu, Jawa Timur 65314 (Jatim Park 1 - Museum Angkut)
    Tel / Fax : +62 341 592955
    HP/SMS/Whatsapp: +6285707585899 / 081221833729
    BB PIN : 7D8DEB8C
    www.TheBatuVillas.com/WarungKhasBatu
    www.Facebook.com/Warung.KhasBatu

    NB : blogger / pengulas / reviewer / tour guide kami undang test food GRATIS !

    ReplyDelete