Thursday, 24 August 2017

Menikmati Sejuknya Kota Batu, Malang : Omah Kayu ( Paralayang )


Siapa yang gak kenal dengan Kota Batu, Malang. Kota kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Jawa Timur ini merupakan sebuah kota yang menurut saya hukumnya wajib diexplore. Adeeem tenan reek soalnya... !!!.

Wilayah yang berhawa sejuk dengan ketinggian 700 - 1700 mdpl ini hanya berjarak 15 kilometer dari Kota Malang dan 90 kilometer dari Kota Surabaya. Jadi buat kita yang sedang berlibur di Kota Surabaya atau Malang, hukumnya wajib untuk datang ke Kota Batu.

Banyak keindahan alam yang bisa dilihat dan berbagai macam tempat hiburan yang bisa kita nikmati bersama keluarga, sahabat dan kekasih. Ada berbagai macam tempat wisata yang ada di kota ini seperti Omah Kayu, Gunung Banyak ( Paralayang ), Kebun Apel, Coban Rondo, Museum Angkut dan masih banyak lagi.

Welcome to Batu, Malang !!!

Sesi Curhat

Awal ngetrip saya di Kota Batu, Malang yaitu bersama si doi. Berangkat dari Surabaya sekitar jam enam pagi menggunakan sepeda motor.

Lhoo.. Tunggu dulu, kok loe tiba-tiba di Surabaya Dik ???. Bisa dong mas broo... Kebetulan ada libur 17 Agustus jadi saya ambil cuti kerja dua hari. Berhubung lagi kangen sama si doi, jadi tujuan ngetrip saya selanjutnya yaitu ke Batu, Malang.

Jumat sore awal perjalanan saya menuju Surabaya, menggunakan pesawat Citilink dengan harga tiket promo menggunakan aplikasi Traveloka. Lumayan ngirit budget..get..get. Bermalam dulu di Surabaya di rumah saudara, sebelum esok hari memulai petualangan menuju Kota Batu, Malang.

Keesokan harinya habis shalat subuh, saya dijemput sama si doi. Ini pertama kalinya kami berdua ngetrip bareng, bahagianya gak terkira pastinya #Modus. Perjalanan ke Batu, Malang membutuhkan waktu dua setengah jam dari Surabaya. Sengaja berangkat pagi biar gak kena macet. Cuaca saat itu sangat bersahabat, kondisi lalu lintas juga lancar jaya. Jadi aman lah bawa si doi ngetrip ala saya #DemenBanget.

Gak butuh berlama-lama, kami berdua sudah memasuki wilayah Kota Malang. Dari Malang, kami segera menuju Kota Batu. Tujuan pertama kami di Batu yaitu ke sebuah tempat yang bagi saya ngehits banget di Instagram. Sebut saja namanya Omah Kayu, Batu. 






Omah Kayu terletak bersebelahan dengan wisata Gunung Banyak atau tempatnya para pecinta paralayang memacu adrenalin mereka untuk menikmati keindahan Kota Batu dan Malang dari atas dengan berparalayang.

Gak butuh waktu lama untuk mencari alamat destinasi kece ini. Bermodalkan pencarian melalui Google Maps,  kami sudah menemukan jalur menuju Omah Kayu dengan benar. Panorama alam yang memanjakan kami berdua di sepanjang perjalanan. Yang saya ingat saat menuju Omah Kayu, kami melewati hutan pinus dengan udara yang sangat sejuk. Serasa dunia milik berdua, dan kami pun menikmati perjalanan dengan syahdu.  

Dengan kondisi jalan yang lumayan bagus meskipun saat itu sedang ada perbaikan jalan, kami akhirnya sampai juga di pintu masuk Gunung Banyak ( Paralayang ). Jadi untuk menuju Omah Kayu, kita terlebih dulu masuk ke kawasan Gunung Banyak untuk melihat olahraga menantang yaitu paralayang. Dengan membayar uang masuk 10 ribu per orang, kami berdua terlebih dulu menikmati Kota Batu sambil melihat orang berparalayang di Gunung Banyak. 

Berhubung terletak di deretan perbukitan, udara disini sejuk banget. Angin pun sangat cocok untuk melakukan kegiatan paralayang yang menurut informasi saya dapatkan, bila ingin mencoba olahraga menantang ini, kita harus mengeluarkan uang sejumlah 300 ribuan. Suatu saat nanti pengen nyoba aah. 



Setelah puas menikmati keindahan perbukitan Kota Batu dan Malang dari atas Gunung Banyak, kami berdua beralih ke destinasi selanjutnya yaitu Omah Kayu. Ternyata untuk masuk ke dalam Omah Kayu, kita dikenakan tiket masuk sebesar 5 ribu per orang. Setelah membeli tiket masuk, kami berdua menelusuri jalan setapak dikelilingi oleh pohon-pohon pinus. 

Omah Kayu merupakan sebuah penginapan unik yang telah dibuka sejak tahun 2014 lalu dan menjadi spot foto menarik untuk wisatawan. Awal saya melihat tempat ini yaitu di instagram dan langsung dibuat jatuh cinta. 

Sesuai dengan taglinenya, "Not Just Tree House", Omah Kayu bukan hanya sekedar rumah ( Omah ), tapi ada hal lain yang membuat tempat ini bukan sekedar rumah yang terbuat dari kayu saja. Apa itu ? Yuuuk disimak terus tulisan saya sampai habis. 




Letak Omah Kayu ini sangat unik. Lokasinya terletak di lereng perbukitan dan dikelilingi oleh pepohonan pinus. Dari pintu masuk, kami berdua berjalan mengikuti jalur tanah yang sudah tertata rapi. Di setiap jalur, terdapat sebuah kursi kayu ( dingklik ) untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Duduk di kursi kayu ( dingklik ) sambil menikmati keasrian hutan pinus dengan panorama alam Kota Batu di kejauhan sana. 

Di pagi itu, sudah banyak wisatawan yang memasuki kawasan Omah Kayu. Sempat berpapasan dengan wisatawan asal Tiongkok yang berbicara khas bahasanya Doni Yen ( pemeran Ip Man ) dan saya gak ngerti bahasa mereka #GakPenting.

Perlu diperhatikan, jalur di Omah Kayu ini gak datar-datar saja. Tapi jalannya menurun dan curam. Jadi kita harus berhati-hati saat berjalan menyusuri hutan pinus khas dari Omah Kayu. Dan yang saya suka dari tempat ini, gak ada sampah berserakan yang saya lihat. Soalnya disini hanya "Monyet saja yang Boleh Buang Sampah Sembarangan". Kalo kalian nyampah sembarangan, berarti kalian monyetnya. 




Ngebahas soal bangunan penginapannya. Sesuai dengan namanya Omah Kayu, rumah-rumah ini dibangun di atas pohon pinus. Rumah kayu disini terbuat dari kayu kasuarina, eukaliptus, dan pohon pinus sendiri. Menurut informasi dan perhitungan sendiri, jumlah bangunan kayu disini kalau gak salah ada 6 unit. Dimana bangunan ini disewakan untuk wisatawan yang ingin menginap dan menikmati pemandangan Kota Batu di malam hari. Saya saja ngebayanginnya kece banget, tapi sayang agenda kami berdua gak sampai pake acara nginep disini. 

So... Bagi yang gak menginap seperti kami berdua, jangan khawatir. Kita masih bisa menikmati Omah Kayu sambil berselfie alay di beberapa bangunan rumah kayu disini dan hanya diberikan waktu sampai jam 5 sore waktu setempat. 

Catatannya, bagi yang ingin menginap atau berfoto di setiap rumah kayu. Diberikan kapasitas sekitar 2 sampai 3 orang saja, gak boleh melebihi kapasitas yang ada biar gak roboh nantinya. Namun, buat saya sama si doi sebenarnya terhitung empat orang, jadi gak apa-apalah, lagian gak ketauan. hahahaha... I Just Kidding .





Apa lagi ya yang pengen saya ceritakan saat kami berdua ke Omah Kayu ? Sepertinya cukup itu saja dulu ya ceritanya dari Omah Kayu dari saya. Masih beberapa tempat lagi yang saya akan ceritakan saat kami berdua ngetrip di Kota Batu. Ditunggu saja cerita selanjutnya !!! Comming Soon  :)

Mungkin ada yang masih bertanya alamat atau jalur lengkap menuju Omah Kayu lewat mana saja dan harga sewa Omah Kayu bila ingin menginap kisaran berapa ya ? Tenang saja, saya akan mecatatkan di bawah ini.

Catatan :
- Alamat Omah Kayu : berada di Wisata Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu.
- Rute yang dapat ditempuh : Kota Malang - Kota Batu - Balai Kota Batu - bertemu pertigaan Songgoriti atau Payung ( bisa memilih lewat kiri dan kanan ) - Pujon - Omah Kayu ( lebih lengkapnya bisa lihat google maps dibawah )
- Harga sewa penginapan : untuk hari biasa dikenakan biaya 350 ribu per kabin/kamar, sedangkan untuk hari libur dikenakan biaya 450 ribu per kabin/ kamar
- Fasilitas penginapan Omah Kayu : tempat tidur, bantal, guling, selimut serta perlengkapan makan dan minum, 2 unit kamar mandi luar. 




Penulis : Lazwardy Perdana Putra
google.com

8 comments:

  1. Wah, syahdu banget dong, jalan berdua sama doi naik motor di tengah sejuknya kota Batu. Omah kayu ini tempatnya kayak di dalam hutan gitu, ya, asik banget.
    Oh, iya, buat ke omah kayu ini ada kendaraan umum gak ya dari Malang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak hehehe.. Klo kendaraan umum sya kurang tau, yg jelas ada. Tp klo mw praktis, pake jasa ojek online saja.. Terimakasi

      Delete
  2. yeaayy udh mulai menjelajah keluar lombok niy dik... good...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeeh da mbak yudith nongol... Iya ney mbak.. Siap2 aj loe breng suami dbwt repot sama gue d Jakarta... Hahahaha

      Delete
  3. dulu kesini pas lagi long weekend... rame bingits
    harus antre lama untuk bisa fotoan di omah kayu nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skrg sudah banyak spot-spot kece bwt fotoan mas broo hehehehe

      Delete