Saturday, 4 March 2017

Gowes to Jembatan Gantung Tertua di Pulau Lombok, Lembar


Dari namanya saja kok Jembatan Kembar ya ? Padahal gak ada kembarannya dan satu-satunya yang ada di wilayah ini. Mungkin dahulu kala ada pasangannya, terus satunya meninggal makanya disebut Jembatan Kembar hahahaha... ( hanya pikiran konyol saya saja ).

Ternyata pikiran saya salah, bukan nama jembatan gantung yang kembar tapi dulunya berada di Desa Jembatan Kembar. Berhubung adanya pengembangan wilayah, sekarang jembatan gantung ini berada di wilayah Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar ( Oh gitu ya, sambil garuk-garuk kepala ).

Jembatan Gantung, Desa Jembatan Gantung, Lembar dibangun pada tahun 1938 oleh engkong Belanda. So, tempat kece satu ini  merupakan jembatan gantung tertua yang ada di Pulau Lombok.

Makin tua, makin kece... Itulah julukannya. Meskipun sudah dibilang sesepuh, manfaatnya masih bisa dirasakan oleh warga desa ataupun para pengunjung yang ingin melihat jembatan gantung lebih dekat lagi. Walaupun hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja, lantas gak mengurangi aktivitas warga desa untuk memanfaatkan keberadaan jembatan gantung. Bahkan para pengunjung dari cabe-cabean sampai yang tua banyak yang datang ke lokasi, sekedar ingin melihat-lihat sampai berselfie alay ala Instagramer ( menyindir diri sendiri ). 



Pagi itu suasana sudah mulai ramai oleh warga desa yang beraktivitas. Beberapa diantaranya menggunakan sepeda motor, ada juga yang menggunakan sepeda sambil membawa rumput untuk pakan ternak. Gak sedikit pula yang berjalan kaki sambil membawa dagangan mereka menuju pasar terdekat. Pemandangan yang sangat jarang kita temui di kota-kota besar. Semua aktivitas warga terbantukan oleh jembatan gantung yang sudah berusia tujuh puluh tujuh tahun ( tuanya sama kayak engkong saya ).

Hari dimana saya bersama Si Geblack ( sepeda kesayangan ) pergi gowes sambil cuci mata dengan harapan bertemu dengan wanita manis pujaan hati #MulaiBaper. Rute yang saya tempuh yaitu rumah ( Kota Tua Ampenan ) - By Pass 2 LIA - Bundaran Mendagi ( Gerung ) - Jembatan Gantung, Desa Jembatan Gantung. Mengenali wajah lain dari Pulau Lombok ceritanya ke teman-teman di luar sana.

Gak hanya pantai, gunung, bukit, air terjun dan gili saja. Tapi ada juga bangunan peninggalan para engkong Belanda di Pulau Lombok. Salah satunya ya jembatan gantung ini. Tapi jangan gantung diri atau loncat ke sungai terus kelelep gara-gara gak bisa renang lhoo ya bila putus cinta atau diputusin sama ceweknya gara-gara ketauan selingkuh ( curhat colongan )






Butuh satu jam perjalanan yang saya tempuh dari rumah menuju lokasi. Lumayan jauh juga ngayuh sepeda. Rasa capek akan hilang bila sudah sampai di jembatan gantung yang penuh kisah sejarah dan terawat ini. Jembatan gantung yang berwarna kuning terbuat dari besi baja pilihan, seiring dimakan oleh waktu, saya melihat besi-besinya sudah mulai berkarat karena usia yang sudah tua ( harap maklum ).

Namanya juga jembatan gantung peninggalan engkong Belanda, walaupun besi sudah berkarat, secara keseluruhan pondasi jembatan masih terbilang kokoh. Luar biasa engkong Belanda membuat jembatan gantung untuk membantu aktivitas warga desa. Untuk menjaganya agar tetap kokoh, kendaraan yang menyeberang dibatasi hanya untuk kendaraan roda dua saja ( harap maklum lagi ).

Rekomended buat temen-temen yang kebetulan berada di Lombok yang ingin ngetrip murah tapi gak murahan, bahkan bisa dapet foto kece. Jadi buat mbak Yudith yang bentar lagi berlibur ke Pulau Lombok, gak ada salahnya mampir di Jembatan Gantung, Dusun Nyiur Lembang, Lembar. Lokasinya gak jauh dari Pelabuhan Lembar ( ehehehe..promosi ).




Bisa dibilang jembatan gantung ini sudah menjadi destinasi pilihan untuk menghabiskan hari libur. Bila ingin mendapatkan foto yang kece, datanglah sekitar jam enam atau tujuh pagi karena di jam segitu pengunjung masih sepi, dijamin kalian puas untuk fotoan sambil menikmati pagi hari, merasakan embun pagi dan melihat keindahan sungai dan perbukitan hijau dari atas jembatan gantung. 

Satu hal lagi bila datang ke jembatan gantung atau tempat kece lainnya yaitu " Jangan Mencoret dan Membuang Sampah !!! ". Kita sebagai anak negeri penerus bangsa Indonesia, harus menjaga dan merawat peninggalan yang bernilai sejarah, meskipun dibuat oleh engkong Belanda, tapi jangan lupa diantara para pekerjanya adalah kakek-nenek kita yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa ini, bangsa Indonesia... Merdeka...Merdeka... #MendadakBerjiwaNasionalisme

Lokasi : Berada di jalur Kota Mataram - Pelabuhan Lembar

Penulis : Lazwardy Perdana
google.com

8 comments:

  1. Replies
    1. Bisa mbak.. Jembatan gantungny da d pinggir jln besar jalur menuju Pelabuhan Lembar :)

      Delete
  2. Asiiikkk....sekalian sebelum nyebrang yahh selpih sukaisih duyu disini....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyiiik... Asyiiiik... !!! ( sambil kedipin mata ala Umi Elvi Sukaisih )

      Delete
  3. sumpah ini keren kak, petualang gowes ke jembatan yang udah uzur usianya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yooiii...tunggu petualangan gowes lainny :)

      Delete